Blog Guru Kimia

Menyajikan bahan ajar dan pembelajaran kimia.

Webinar Nusantara Berbagi

Kolaborasi bersama teman-teman Sahabat Rumah Belajar dari Provinsi Papua Barat, Bangka Belitung, Jawa Barat, Lampung, Riau dan Kalimantan Tengah.

Webinar Kolaborasi SRB dan DRB 7 Provinsi

Webinar Series Bersama Teman-Teman Sahabat Rumah Belajar.

Kamis, 17 Desember 2020

Puisi: Kau

Kau, ya kau

Mengapa kau harus senarsis itu

Memuntahkan semua kata-kata pilu

Tak cukupkah kau mengiris hati ini dengan ucapmu



Kau, ya kau

Letih kumendengar ocehanmu

Jari jemari lentikmu menguntai kata-kata pelu

Mengungkap betapa kurangnya diriku



Kau, ya kau

Tak pernahkah kau berkaca tentang dirimu

Tak pernahkan berpikir bahwa ucapmu

Mengiris hati hingga jiwa orang karena bualanmu



Kau, ya kau

Sudah cukup dengan tindak tandukmu

Muak aku dengan omong kosongmu

Aku memilih untuk menutup telinga,

Melangkah dengan bangga dengan imanku



Kau, ya kau

Ujaranmu, tindak tandukmu

Tak akan mampu melunturkan dalamnya imanku

Tak akan mampu menyapu mujurku


Catatan:
Puisi ini bercerita tentang kemarahan kepada seseorang yang hanya mampu berbicara, namun tak pernah tahu perjuangan orang lain dan terkadang kata-katanya membunuh pribadi seseorang. So, pahami, amati dulu sebelum bicara. 

Puisi: ASA

Ketika asaku mulai bergema

Berteriak, gelisah, mendesah di relung jiwa

Tersiksa tanpa makna

 

Ketika asaku bergelora,

Menyeruak hingga pelupuk mata

Membangkitkan jiwa yang tak bernada

 

Asaku melambung bersama cinta

Berjangkar pada iman

Berserah pada Sang Pencipta


Catatan:

Puisi ini mengisahkan tentang harapan dan iman, bahwa sebagai manusia kita hanya perlu percaya bahwa Tuhanlah yang punya kendali atas semua. Kita hanya perlu menjaga api iman itu sambil bertindak