Selasa, 13 Oktober 2020

Usia Tidak Membatasi Untuk Belajar

Foto 1. Kegiatan Pengenalan Portal Rumah Belajar
Pada tanggal 4 Oktober 2020, kebetulan karena hari minggu saya memanfaatkan waktu untuk mensosialisasikan tentang pemanfaatan Portal Rumah Belajar untuk Keluarga, termasuk Paman dan Bibi yang putra-putrinya masih bersekolah di jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang ketika itu berkunjung ke rumah. Kegiatan itu tidak formal, karena hanya ngobrol santai asyik membahas tentang hal lain dan sembari membagikan tentang kemudahan dan keuntungan menggunakan Rumah Belajar, saat itu ngobrolnya menggunakan bahasa Dayak Kapuas. Karena begitu asyik, alhasil saya pun lupa mengenakan “Rompi Kesayangan” yang menjadi Souvenir dan “Kenangan” bahwa pernah berada di PembaTIK Level 4, Level Berbagi dan lupa untuk dokumentasi. Pada saat itu, ada ayah dan ibu yang baru datang dari kampung halaman kami, Mandomai. Beliau pernah melihat “Rompi Kesayangan” itu karena sehari setelah souvernir datang, saya video call dan menunjukkan ada hadiah dari Pusdatin Kemdikbud. Beliau bertanya dalam bahasa Dayak: “mbuhen dia hapan, dan beliau katakan: “kareh ajar papahlah nak, mahapan aplikasi Rumah Belajar jikau, ela dia bingat hapan rompi jite, mun dia nduan papah akan papah ih kareh bahalap logo ah”. (Dalam bahasa Indonesia: kenapa gak dipakai, beliau katakan:” nanti ajarkan papa ya nak untuk menggunakan aplikasi Rumah Belajar, jangan lupa pakai rompinya ya, jika tidak nanti buat papa aja logo di belakang rompi bagus.” (Sembari ketawa lepas, karena suka dengan logonya yang dijahit di belakang rompi).

Nama Ayah saya adalah Yesoa, AMd. Pd, beliau adalah guru SMPN 2 Kapuas Barat, mengampu mata pelajaran IPS. Saya dilahirkan dari orang tua yang kedua-duanya adalah guru dan kami diajarkan betapa kebebasan dalam mengapresiasikan setiap pemikiran kami sesuai jalur yang tepat, dan slalu diingatkan rendah hati. Dan itu mengalir kental dalam diri saya yang introvert, sulit berkomunikasi dengan orang lain yang tidak saya kenal baik. Namun, sifat mudah bergaul dengan orang yang baru itu memang diajarkan Ayah sejak saya kecil, karena ke mana-mana kalau Ayah pergi, saya pasti ikut. Di situ saya banyak belajar dalam diam.

Foto 2. Suasana Diskusi tentang Web Simpatik

Ibu sudah pensiun, 2 tahun yang lalu, beliau saat aktifnya adalah guru SD di SDN 2 Saka Mangkahai, Kecamatan Kapuas Barat. Ayah tinggal 8 bulan lagi purnatugas, tapi semangat beliau tidak berhenti untuk belajar. Beliau tidak seperti guru-guru pada umumnya, yang tidak mengkhayal bahwa PembaTIK itu adalah pelatihan membuat batik, beliau tahu TIK namun Pemba-nya tidak. 

Selepas makan siang, beliau meminta saya untuk menjelaskan ke beliau tentang aplikasi Rumah Belajar. Sebelum saya berada di Level 4 ini, saya juga pernah membagikan informasi tentang Portal Rumah Belajar, sekitar 8 bulan yang lalu sebelum Pandemi ini muncul. Tapi beliau tidak begitu tertarik, karena keadaannya saat itu bisa tatap muka. Beliau antusias untuk mendengarkan penjelasan saya yang saat itu lebih nyaman menggunakan bahasa keseharian, karena saya pikir akan lebih nyambung menggunakan bahasa keseharian kami yaitu bahasa Dayak Kapuas. Beliau begitu antusias, karena saya menjelaskan ke beliau, beliau meminta saya untuk memakai rompi lagi dan direkam. Memang banyak sekali pertanyaan, mengingat usia beliau yang tidak muda lagi, namun semangat untuk belajar tidak pernah padam. Beliau antusias mengenai Sumber Belajar, menurut beliau karena aksesnya yang terbuka, siswa tidak perlu lagi mendownload atau login untuk menikmati konten yang dipersiapkan dalam pembelajaran.

Ayah saya adalah sebagian dari beberapa orang yang mendekati usia pensiun yang memiliki semangat luar biasa untuk belajar. Belajar adalah sebuah proses hidup yang tidak pernah berhenti kita lakukan selama nyawa masih di raga, selama napas masih berhembus. Pepatah “Long life Education” bukanlah isapan jempol belaka. Berapapun usia kita, seberapapun kekuatan fisik, belajar adalah bagian dari hidup yang tidak mungkin dilepaskan. Terkadang hal sepele yang kita lakukan adalah proses belajar. 

Ayo menjadi agen perubahan, mulailah dari keluarga kita sendiri. Kenalkan Portal Rumah Belajar mulai dari orang-orang terdekat kita, keluarga kita, adik, kakak yang mungkin sangat memerlukan informasi ini. Sebelum orang lain kita kenalkan, yuks kenalkan ke keluarga kita. Mau atau tidak mereka gunakan aplikasi itu, itu adalah keputusan mereka, yang terpenting di sini adalah kita tidak menyesal, keluarga kita sudah tau dan memahami tentang Portal Rumah Belajar. Siapa tahu di lain kesempatan, mereka akan bertanya dan pasti akan menggunakannya. 

Yuks kunjungi Portal Rumah Belajar di https://belajar.kemdikbud.go.id/ untuk pembelajaran yang lebih mengasyikkan.

Jangan lupa follow instagram belajar.kemdikbud untuk update informasi terbaru tentang event dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pusdatin. 

Anda juga dapat masuk ke laman http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/  untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, sangat bermanfaat lho bagi guru-guru dalam mempersiapkan angka kredit untuk kenaikan pangkat.

"Belajar di mana saja, Kapan saja, Dengan siapa saja"

"Belajar untuk Semua"

Lokasi: Palangkaraya, Kec. Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar