Rabu, 21 Oktober 2020

Testimoni PembaTIK Level 4: Semua Akan Jadi Kenangan Manis

Tak terasa PembaTIK Level 4 sudah usai, tepat 21 Oktober 2020. Kegiatan yang dimulai dari 18 September hingga 21 Oktober 2020 terasa sangat singkat. Semua orang terlarut dalam kesibukan dan problematikanya masing-masing. Larut dalam masa sosialisasi yang dimulai setelah coaching tiap daerah masing-masing selesai, seakan komunikasi dengan keluarga terlihat terputus. Pasti jadi moment yang sangat melelahkan apabila semua dilandaskan dengan kata menyelesaikan tugas. Tidak salah memang, namun pasti akan jadi beban. Justru itu yang malah sempat membuat saya sempat berkeinginan mundur, setengah hati menjalani dengan kesibukan dan peran saya di organisasi profesi saya sebagai guru Kimia, membuat saya harus memilih salah satu. 

Dukungan suami, orang tua (mamah dan papah), serta adik semata wayang yang menyurutkan niat saya untuk berhenti dari beberapa tahap yang sudah saya jalani. Saya sangat beruntung lahir dari keluarga, yang walaupun saya adalah seorang yang pendiam, introvert, tapi kami selalu diajarkan untuk menyelesaikan apa yang telah kami mulai hingga sampai batas akhir. Kami diajarkan untuk bertanggung jawab dan melakukan apa yang kami lakukan dengan baik dengan motivasi yang benar, bukan buat pujian. Ada nas alkitab yang selalu saya junjung tinggi: "lakukan dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan" itulah yang menjadi pelayanan sejati saya dalam apapun yang saya lakukan. Tidak mengenal apakah itu menguntungkan untuk saya atau tidak. 

Itulah yang menjadi dorongan bagi saya untuk maju dalam 3 seri webinar yang saya ikuti. Dukungan suami, menjadi bahan bakar utama saya untuk melanjutkan, dan terutama ayah saya yang menjadi contoh, walaupun dalam masa tuanya beliau tetap belajar tentang Rumah Belajar. Hobby menulis dan membaca, namun tak pandai berkata-kata menjadi bekal utama untuk saya membuat beberapa best practice sesuai dengan pengalaman pribadi penerapan pembelajaran menggunakan Portal Rumah Belajar. Saya lakukan dengan tanpa beban, mengalir, disela tanggung jawab saya sebagai seorang guru. 

Yang paling mengesankan bagi saya, pada Tanggal 12 Oktober 2020 bertepatan dengan Ulang Tahun saya, ternyata tanggal 12 Oktober juga adalah Ulang Tahun TV Edukasi. Moment yang mengesankan, ternyata dirayakan bersamaan. Pengalaman yang luar biasa saya bertemu teman kuliah lagi yaitu Bu Priska Aprilia dan Pak Bayu Putra. Pak Bayu Putra, Pak Nambang dan Bu Priska Aprilia adalah teman kuliah saya waktu S-1 di Universitas Palangka Raya, Kami satu jurusan di PMIPA, namun beda program studi. Saya mengambil program studi kimia, Pak Bayu mengambil program studi pendidikan biologi. Dan kembali dipertemukan dalam kegiatan PembaTIK Level 4. Sedangkan Bu Priska di Program Studi Fisika. Bu Priska sebelum Pandemi Covid, sering bertemu apabila saya ke SMA Negeri 5 Palangka Raya. Pak Nambang berkuliah di Program Studi Pendidikan Matematika, beliau satu lingkungan gereja dengan saya, namun jarang bertemu. 

Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti PembaTIK Level 4 ini, bertemu dengan teman satu Provinsi dari berbagai jenjang pendidikan. Walaupun  bertemu tatap maya dengan beberapa teman, yang baru saya kenal saat PembaTIK Level 4 ini saja, saya senang bisa bertemu walaupun tidak berjabat tangan, semangat dan kata-kata yang baik dan menghibur dari mereka menunjukkan mereka adalah orang baik. Bertemu dengan Nia dan boneka karakternya Cika, bu Wiwi yang berasal dari tempat kelahiran saya, bu Asep Listyowati yang merupakan teman yang satu jurusan kimia, yang dulu saya hanya kenal di Grup AGKI Kalteng, bisa mengenal wajahnya secara langsung. Beliau begitu semangat dan energik dalam segala hal. Bertemu bu Tiara yang begitu semangat, beliau secara tidak langsung mengajarkan bahwa belajar tidak dibatasi oleh usia. Semangat bu Dessi Shalihah juga selalu menginspirasi saya, seperti halnya saya keluar dari zona nyaman dan berbagi dengan orang lain memang bukanlah hal mudah. Beliau adalah guru yang baik. Pertama kali saat selesai coaching saya berteman dengan bu Dessi dan bu Tiara di Facebook. Kalau bu Priska dan pak Bayu jangan ditanya mereka sudah dari lama berteman di Facebook. Bu Tiara, bu Dessi, adalah sosok yang humble seperti teman saya pak Bayu dan bu Priska.

Setiap orang itu unik, memiliki karakter yang sangat unik. Semua orang istimewa, dengan pembawaan masing-masing. Bertemu dengan teman-teman guru hebat Sahabat Rumah Belajar Kalimantan Tengah sangat mendorong saya untuk belajar. Pembawaan pam Tomson yang santai dengan khas candaannya yang ringan dan Bu Gusti yang selalu tersenyum manis seperti tidak ada beban membuat warna tersendiri dari perjuangan bersama teman-teman dalam mensosialisasikan Rumah Belajar.

Bertemu dan berteman dengan bu Maulida, bu Epilika, bu Erni, bu Yayuk, pak Suryo, bu Dian, bu Sarifah, bu Dewi Fatimah, bu Halimatul, bu Martina, bu Alfalita, bu Etri, bu Ria, bu Epi, bu Tinta Wahyuni, bu Yuni, pak Catur, pak Nikon Pak Mubarak, dan Pak Brawijaya memberikan warna tersendiri dalam perjalanan PembaTIK Level 4. Mereka adalah guru-guru hebat, yang begitu semangat mensosialisasikan Rumah Belajar. Saya belajar banyak dari mereka.

Saya juga bertemu dengan teman-teman dari provinsi Papua Barat: Kakak DAT Novitasari yang ternyata guru kimia, De Nengsi Situmeang. Jawa Barat: bu Ai dan pak Irfan, Bengkulu: Kakak Afriyani, Bangka Belitung: Pak Dian, Maluku: pak Willem, Lampung: bu Fitriyani, Riau: Bu Evo, Sulawesi Utara: Pak Arkam. Mereka adalah guru yang luar biasa. Menjalanin pertemanan dan menambah koneksi menjadi hal utama yang saya dapatkan dalam setiap kegiatan, selain dapat berbagi ilmu, saya juga dapat belajar bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Menjadi Sahabat Rumah Belajar adalah anugerah yang luar biasa yang saya bisa dapatkan dan dapat mengenal Duta Rumah Belajar Nasional. 

Terimakasih teman-teman Sahabat Rumah Belajar Kalimantan Tengah yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terimakasih sudah menjadi teman terbaik dalam mensosialisasikan Rumah Belajar. Meskipun saya tidak pernah berkolaborasi dengan teman-teman semua di "Kandang Sendiri". Terimakasih untuk bu Ai Sri, Pak Fikri, Bu Juli, Bu Dona, Bu Hana, Pak Burhan, pak Mujahid atas bimbingannya. Sharing dan growing together. Semua akan menjadi kenangan manis bahwa sudah berada di Level ini, Level 4. Berjuang bersama guru-guru yang hebat. Tak ada yang namanya lawan, semua berjuang menggaungkan Portal Rumah Belajar di Bumi Tambun Bungai, Bumi Handep Hapakat ini agar dikenal dan semua orang dapat memanfaatkan platform pembelajaran terbaik dan terbesar milik Kemdikbud.

Perjalanan belumlah usai, justru inilah titik awal dari semua perjuangan ini. Satu hal yang saya tanam, berbagi bukan karena kita lebih. Berbagi bukan membuat kita kekurangan berbagi karena kita merasa orang lain juga perlu tahu. Mungkin itu kecil dan biasa bagi beberapa orang, dan tidak penting tapi belum tentu untuk beberapa orang. Sharing bukan karena mau jadi Duta Rumah Belajar, sharing tidak akan berhenti karena kita sudah jadi Sahabat Rumah Belajar. Pada moment ini saya menggali potensi diri yang sebenarnya telah lama terkubur dan belajar untuk keluar dari zona nyaman. Menjadi sesuatu bukan harus jadi sesuatu. Jadilah diri sendiri, terbukalah, jangan mencoba menjadi yang terbaik, tapi lakukanlah hal yang terbaik. "Giving my best". Meskipun tidak seperti yang orang lain pikirkan, tapi berpikirlah seperti seorang pemenang, bukan seperti orang pengecut. 

PembaTIK Level 4 mungkin akan berakhir, namun semangatnya akan tetap terus ada. Buah yang manis akan dipetik, entah kapan, hanya kita yang tahu jika kita merawat dan memupuknya dengan baik. Semangat Berbagi.

Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka belajarnya, Rumah Belajar portalnya, maju Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar