Kamis, 08 Oktober 2020

Belajar Kimia: Asyik Bersama Rumah Belajar menggunakan Model SOLE



Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat, semuanya sudah dalam genggaman manusia. Hanya dengan mempergunakan gawai, segala jenis informasi dan transaksi dapat dengan mudah dilakukan dan didapatkan. Apalagi di masa Pandemi Covid-19, semua orang disarankan untuk tetap di rumah. Beberapa platform layanan kesehatan, hiburan, makanan, belanja, dan lain-lain dapat dilakukan dengan mudah menggunakan gawai. Hal ini terjadi di era revolusi industri 4.0 dan era society 5.0 ini mendirupsi semua lini aktivitas kehidupan manusia. Hanya dengan satu jalan, tinggal klik saja maka akan menemukan berbagai layanan yang menawarkan beberapa kemudahan-kemudahan. Ibu-ibu sekarang pun tidak lagi perlu kuatir belanja ke pasar, karena ada beberapa layanan sayur online yang tinggal pesan, dan pembayaran dilakukan di rumah saat pesanan belanjaan sudah sampai di rumah. Seperti yang terjadi di Palangka Raya, selama masa tanggap darurat mulai menjamur layanan sayur online menggunakan aplikasi media sosial WhatsApp, Instagram, Facebook. Segala sesuatu yang dibutuhkan sudah dalam genggaman.

Perkembangan teknologi di era revolusi industry 4.0 dan era society 5.0 pun tidak terlepas pengaruhnya dalam dunia Pendidikan secara global. Pemanfaatan teknologi belajar yang menawarkan beberapa platform media pembelajarannya juga menjamur. Guru-guru mulai diajak untuk mengembangkan diri melalui beberapa pelatihan, baik melalui moda online training maupun dengan in house training, semua disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa organisasi dan asosiasi guru salah satu contohnya seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI), P4TK Kemdikbud dan Seamolec yang di bawah naungan Pusdatin Kemdikbud menyediakan beberapa kegiatan yang tujuaannya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi secara digital. Tujuannya adalah agar semua guru dapat melakukan dan merancang suatu pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan. 

Pemanfaatan teknologi dalam Pendidikan makin merambah, mulai dari berbagai jenjang Pendidikan, dimulai dari Pendidikan usia dini, sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Berbagai platform menyediakan media dengan kelebihan dan kegunaannya masing-masing, sesuai dengan tujuan pemanfaatannya. Perkembangan internet dan menjamurnya berbagai merk Smartphone membuat semakin mudahnya internet tersebut diakses. Semua informasi dapat diperoleh dengan mudah hanya dengan menekan keyboard telepon genggam, semua yang kita inginkan dan perlukan mudah kita dapatkan apapun informasinya.

Semua orang tanpa terkecuali memiliki rasa ingin tahu (curiosity) dan ingin menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan cara yang instan, termasuk jika mengalami kebuntuan tentang sesuatu hal pasti akan searching di internet. Informasi yang melimpah dan mudah diakses membuat semua orang tidak ragu memanfaatkan internet, termasuk di dalam pembelajaran. Konsep Teknologi Informasi dan Komunikasi serta rasa ingin tahu tersebut diinternalisasi di dalam model pembelajaran SOLE (Self Organization Learning Environments). Model SOLE menitik beratkan pada proses pembelajaran yang mengajarkan peserta didik untuk lebih mandiri dan belajar bijaksana dalam mengolah informasi yang diperoleh pada tahapan investigasi.

Model SOLE juga melatih keterampilan literasi sains, digital, literasi informasi dan kemampuan berpikir kritis, kreatif, problem solving dan kemampuan berkomunikasi peserta didik. Pada pembelajaran kimia, sub pokok bahasan Dampak Pembakaran Senyawa Hidrokarbon (Minyak Bumi) menggunakan model SOLE dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar https://belajar.kemdikbud.go.id/ dengan fitur sumber belajar https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/. Pembelajaran yang dilakukan secara konstektual dengan mengikuti langkah-langkah atau sintaks model SOLE. 

Pembelajaran dimulai dengan memberikan "Big Questions"  tentang dampak pembakaran bahan bakar bagi lingkungan. Dari pertanyaan tersebut, peserta didik kemudian diarahkan untuk belajar dalam kelompok kecil, mulai dari perencanaan (Plan), investigasi sampai review dilakukan peserta didik bersama dengan kelompoknya. Selama pembelajaran berlangsung, terlihat kemandirian peserta didik dalam menjawab dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi menggunakan bahan belajar dari Portal Rumah Belajar. Hasil belajar peserta didikpun lebih baik, dan peserta didik tidak hanya memahami dampak pembakaran bahan bakar dari senyawa hidrokarbon, namun dapat merancang atau menyusun ide cara penanggulangan dampaknya terhadap lingkungan. 

Menurut peserta didik, dengan memanfaatkan Rumah Belajar yaitu Fitur Sumber Belajar sangat mudah bagi mereka untuk mengakses informasi yang akan mereka gunakan dalam menyelesaikan permasalahan dan menjawab pertanyaan yang diberikan dalam LKPD, karena disajikan dalam bentuk video. Peserta didik mempunyai kendali untuk menggunakan bagian mana yang akan dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan dan menjadi bahan dalam merancang ide dalam menanggulangi dampak pencemaran akibat pembakaran senyawa hidrokarbon yaitu berupa bahan bakar dengan menggunakan Sumber Belajar terkait dengan permasalahan yang ditemui. 

Berikut ini adalah penerapan dalam pembelajaran kimia di masa Pandemi Covid-19


Pembelajaran yang dilakukan pada peserta didik yang belum mampu menyelesaikan tugasnya sebelumnya, dan tidak mampu mengakses internet karena di tempat mereka tinggal akses internet yang kurang bagus. Sehingga, peserta didik harus datang ke sekolah dan belajar bersama teman-teman yang belum mempelajari tentang konsep terkait. 


Penggambaran Pembelajaran menggunakan Rumah Belajar dapat dilihat di RPP berikut.

 

Pada intinya, peran guru dalam merancang pembelajaran sangat berpengaruh pada minat dan motivasi belajar peserta didik. Pemilihan media pembelajaran yang tepat, yang dapat mengakomodasi kecerdasan dan gaya belajar peserta didik, dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik. Diharapkan dengan pemilihan media pembelajaran yang tepat, pembelajaran yang dilakukan menjadi menarik dan menyenangkan, efektif dan efisien. Selama pembelajaran, terbukti peserta didik menyelesaikan tantangan pembelajaran dengan cepat. 
Mari kita menggunakan Rumah Belajar
"Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja"
"Belajar untuk semua"

2 komentar:

  1. Luar biasa sekali Bu, terimakasih banyak untuk informasi dan pembelajaran yang sangat inspiratif sekali, maaf baru meninggalkan jejak komentar, beberapa waktu yang lalu sudah saya kunjungi hanya tidak saya berikan komentar. sukses selalu Bu, amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap pak...sukses utk kita semua. Jika berkenan follow ya pak blog saya 🙏🙏

      Hapus